News Update :

Ini Dia, 8 Kampus Paling Radikal di AS

Rabu, 13 Juli 2011

Perguruan tinggi merupakan tempat mahasiswa menempuh pendidikan tinggi. Selain menerima pendidikan secara formal, banyak hal yang bisa dipelajari mahasiswa di perguruan tinggi, termasuk kegiatan yang radikal. Mulai dari aktivitas sosial, politik, keagamaan, kaum ekstrimis hingga solidaritas kepada kaum tertindas di Palestina.


Berikut daftar kampus paling radikal yang ada di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Huffingtonpost, Senin (11/7/2011).

1. Occidental College
Kampus yang berlokasi di Los Angeles, California ini dikenal sebagai akar para aktivis. Perjuangannya dikenal sejak 1970, saat kampus yang biasa disebut Oxy ini menulis 7.000 surat kepada pemerintah di Washington DC. Mereka memprotes keterlibatan Amerika Serikat dalam perang di Asia Tenggara.

Dua dekade berikutnya atau pada 1998, mahasiswa Oxy kembali menunjukkan sikap atas situasi politik dunia. Mereka membujuk Rektor John Slaughter agar mengeluarkan pernyataan publik yang mengkritik dukungan perusahaan minyak asal AS kepada rezim militer yang diktator di Burma.

Pada 1997, US News & World Report menempatkan kampus ini di peringkat pertama dalam hal komitmen terhadap keragaman. Kini, Oxy dikenal sebagai gudang kelompok aktivis mahasiswa, termasuk aktivis lingkungan yang mempromosikan penggunaan barang daur ulang.

Selain itu, ada kelompok mahasiswa Latino yang memerangi kebijakan anti-afirmatif California. Ada juga pusat wanita dan kelompok gay/lesbian yang membawa pembicara ke kampus seperti Amnesty International serta Koalisi Buruh Aksi Mahasiswa (SLAC) yang merekrut mahasiswa untuk mendukung kampanye pengorganisasian serikat buruh.

2. Hampshire College
Mahasiswa kampus ini dikenal 'hobi' memprotes. Mereka akan memprotes dengan cara keras dan efektif. Pada Februari 2011, aktivis mahasiswa Hampshire menentang kampanye Israel. Para aktivis meneriakkan, "Oh, aku ingin menjadi bagian ketika ada perdamaian di Palestina" dan "Bebas, Bebaskan Palestina!"

Kelompok ini juga mengkoordinir kelompok mahasiswa untuk keadilan di Palestina (SJP). Mereka menekan Dewan Wali Hampshire College agar mencabut enam perusahaan dari lingkungan kampus karena diduga telah 'mencuri' hak asasi manusia di Palestina. Hasilnya, 800 mahasiswa, dosen, dan alumni menandatangani pernyataan institusional SJP yang menyerukan pencabutan perusahaan.

Gerakan di Hampshire College tersebut dilakukan tiga puluh lima tahun lalu. Saat itu, Hampshire merupakan lembaga pertama yang mendesak pencabutan Apartheid di Afrika Selatan.

3. Warren Wilson College
Kampus ini menyebut dirinya "Bukan untuk Semua Orang". Terletak di Swannanoa, North Carolina, kampus ini dikenal akan program studi kerja, "Triad". Triad terdiri dari tiga lapis pengalaman, yaitu kegiatan akademis, program kerja kampus, dan KKN. Program kerja ini memiliki lebih dari 100 kru.

Secara politis, Warren Wilson dihuni oleh mahasiswa yang beraliansi dengan Partai Demokrat, Partai Hijau, dan gerakan anarkis. Tidak pernah ada mahasiswa yang beraliansi dengan Partai Republik menginjakkan kaki di kampus ini.

Jurusan paling populer di kampus ini adalah Ilmu Lingkungan, Sastra Inggris, dan Kepemimpinan Terbuka. Kampus ini juga memiliki asrama pertama, yang dikenal sebagai EcoDorm dan telah disertifikasi LEED Platinum pada 2009.

4. Bard College
Seberapa liberal pandangan politik mahasiswa di Bard College? Berikut pernyataan seorang mahasiswa dalam sebuah wawancara di 357 Best Colleges. "Kami lebih prihatin dengan kegiatan terorisme yang dilakukan pemerintah Amerika daripada organisasi terorisme yang menjadikan Amerika sebagai Amerika."

5. Christendom College
Terletak di Front Royal, Virginia, Christendom College merupakan sekolah Katolik dengan lebih dari 400 mahasiswa. Kampus ini menawarkan enam jurusan dan gelar master dalam studi teologi. Program sarjana dimulai dengan kurikulum inti yang meliputi studi tentang doktrin Katolik, filsafat, matematika, dan ilmu pengetahuan.

Kurikulum inti mengajarkan mahasiswa agar bisa membedakan kebenaran dari distorsi. Kemudian, mahasiswa harus bisa mengkomunikasikan kebenaran ini secara akurat, efektif, dan meyakinkan kepada orang lain.

Ketika didirikan pada 1977, kampus ini menyatakan satu-satunya tujuan pendidikan adalah untuk mengetahui kebenaran dan hidup dengan kebenaran. Tujuan pendidikan Katolik adalah untuk belajar dan hidup dengan kebenaran yang diungkapkan oleh Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus." Hingga kini, sekolah tersebut terus berupaya untuk menyampaikan "kebenaran."

6. College of Ozarks
Terletak di Point Lookout, Missouri, kampus ini memiliki program kerja yang memungkinkan mahasiswanya bekerja selama 15 jam per minggu sebagai pengganti membayar uang kuliah. Princeton Review pernah menempatkan College of Ozarks sebagai "Kampus Tidak Mabuk" selama sepuluh tahun karena tidak mengizinkan mahasiswanya untuk mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan di dalam atau luar kampus.

Kampus ini tidak hanya konservatif secara sosial. Dalam sebuah pernyataan di situsnya, kampus ini tidak setuju dengan utang dan tidak pernah meminta pinjaman dari pemerintah.

7. Brigham Young University (BYU)
BYU menyatakan, misinya adalah agar semua mahasiswa diajarkan kebenaran sesuai Injil Yesus Kristus. Basis kampus ini sangat religius (didirikan oleh Gereja Yesus Kristus dari orang suci zaman akhir) dan hanya menerima calon mahasiswa yang sangat religius dan konservatif.

Karena sangat konservatif, mahasiswa laki-laki di kampus ini harus mendapat izin khusus jika ingin menumbuhkan janggut.

Pada 2006, kepolisian BYU Young menangkap 24 orang yang berpartisipasi dalam aksi demonstrasi yang dilakukan kelompok nasional kesadaran gay. Para mahasiswa ini dinilai melakukan tindakan disipliner atas kode kehormatan BYU karena berpartisipasi dalam kegiatan advokasi gay.

8. Hillsdale College
Terletak di Hillsdale, Michigan, kampus ini memiliki misi bahwa Hillsdale College merupakan wali warisan manusia yang intelektual, modern, dan spiritual dari iman Judeo-Christian serta kebudayaan Yunani-Romawi.

Fokus kampus ini adalah independen secara institusional dan tidak menerima subsidi dari pemerintah.

Kalimat yang menyatakan agar pemerintah tidak campur tangan dalam kegiatan belajar terlihat di situs Hillsdale. Deklarasi Kemerdekaan Hillsdale College menyatakan, kebesaran negara kita adalah bukan karena kebaikan pemerintah melainkan inisiatif individu dan perusahaan. [zonamaya.info]
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright sekedar info 2010 -2011 | Design by parazitz | Published by bendoxz | Powered by Blogger.com.