News Update :

Kelamin Suami Tidak Berkembang Dan Tidak Berbulu

Sabtu, 13 Agustus 2011

Sebagai pengantin baru, ia sungguh terkejut dan tidak bergairah ketika mendapati penis suaminya seperti anak kecil. Payudaranya pun besar, dengan perut gendut pula. Apakah kondisi ini masih dapat diperbaiki? Betulkah kemungkinan sang suami mandul?

"Saya wanita berumur 28 tahun, baru menikah 3 bulan dengan suami yang berumur 30 tahun. Sebelum menikah kami sempat pacaran selama 7 bulan, lalu sepakat menikah. Selama 3 bulan melakukan hubungan intim dengan suami, saya merasa ada yang tidak normal pada kelaminnya. Saya belum pernah melakukan hubungan dengan pria sebelumnya.

Dengan pacar yang dulu saya hanya pernah ciuman dan pelukan, dan saya sangat terangsang. Menurut saya, penis suami tidak normal, baik ukuran maupun waktu ereksi. Mungkin karena perutnya besar, penisnya jadi kelihatan kecil, seperti penis anak kecil. Di kelaminnya tidak ada rambut seperti layaknya pria dewasa. Di samping itu, yang membuat saya merasa agak risih ialah payudaranya agak besar, seperti payudara gadis remaja.

Terus terang kini gairah seks saya jadi menurun. Sejak malam pertama, saya tidak pernah merasakan nikmatnya hubungan intim. Tolong penjelasan dan jalan keluar atas apa yang dialami oleh suami saya. Apakah masih dapat diobati agar kelaminnya normal seperti pria dewasa pada umumnya? Apakah suami saya dapat memberi saya keturunan? Saya bingung sekali menghadapi kenyataan ini." ST, Bekasi

Kekurangan Testosteron
Sulit memberikan jawaban yang tepat untuk mengatasi masalah suami dan Anda tanpa melakukan pemeriksaan langsung. Namun, saya dapat menduga kuat apa yang terjadi pada suami Anda, berdasarkan empat kenyataan yang Anda sampaikan. Pertama, ukuran penis seperti anak-anak. Kedua, perut besar. Ketiga, payudara besar. Keempat, tidak ada rambut kelamin. Berdasarkan empat kenyataan ini, sangat mungkin suami Anda mengalami kekurangan hormon seks testosteron. Akibatnya tampak pada empat tanda fisik tersebut.

Saya yakin masih ada tanda lain yang tidak Anda sebutkan karena tak tampak hanya dengan sepintas melihat dari luar, yaitu ukuran buah pelirnya yang hampir pasti juga kecil tidak normal. Hambatan tersebut kemudian berpengaruh pada fungsi seksual di samping fungsi tubuh yang lain. Selanjutnya ini akan mengganggu kualitas hidup.

Sangat mungkin suami merasa kurang bergairah dalam hidup sehari-hari, termasuk gairah seksnya. Ereksi penis mungkin juga kurang optimal. Mungkin juga dia cepat lelah, mudah sedih, kurang cekatan. Kalau benar buah pelirnya tidak berkembang normal, kesuburannya pasti terganggu, bahkan mandul. Dalam keadaan seperti ini, tidak mungkin suami dapat memberi Anda keturunan.

Mungkin Mandul
Kalau kini gairah seksual Anda terhambat, itu mudah dimengerti. Selain karena Anda tidak pernah merasakan kepuasan seksual, Anda juga terganggu secara psikis melihat suami yang secara fisik seksual tidak normal, tak seperti yang Anda harapkan. Kini Anda harus mendorong suami untuk berkonsultasi lebih lanjut dan mendapat pemeriksaan yang benar.

Melalui pemeriksaan yang benar, dapat dipastikan apakah benar suami mengalami hambatan perkembangan kelamin dan fungsi tubuh yang lain karena kekurangan hormon testosteron dan hormon yang lain.Dengan demikian, selanjutnya dapat diberikan pengobatan yang sesuai. Berdasarkan pengalaman selama ini, hasilnya sangat tergantung pada usia yang bersangkutan.

Kalau pengobatan dilakukan sebelum masa pubertas, pada umumnya perkembangan kelamin berlangsung sempurna. Kelamin yang saya maksud di sini bukan hanya penis, melainkan juga buah pelir dan kelenjar kelamin lainnya di bagian dalam. Namun, kalau yang bersangkutan sudah dewasa, pada umumnya yang mengalami perkembangan hanya penis, selain komposisi tubuh. Buah pelir tidak dapat lagi berkembang.

Dalam keadaan seperti ini, yang bersangkutan dapat memiliki fungsi seksual yang baik, sehingga bisa melakukan hubungan seksual dengan baik pula. Sayangnya, karena buah pelirnya tidak berkembang, pria itu mandul sehingga tidak dapat memberikan keturunan.

Saya sarankan suami segera berkonsultasi lebih lanjut agar segera mendapat pengobatan yang benar. Tidak ada gunanya menunda lebih lama lagi. Semakin lama ditunda, semakin besar kemungkinan menimbulkan akibat buruk bagi kehidupan pribadi Anda dan suami. Yang penting juga, jangan tertipu iklan bohong yang menjanjikan penambahan ukuran penis. [seksfile.wordpress.com]


Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright sekedar info 2010 -2011 | Design by parazitz | Published by bendoxz | Powered by Blogger.com.