News Update :

PM Malaysia: Lacak "Iblis" Pengganggu Hubungan RI-Malaysia

Kamis, 03 November 2011


PM Malaysia Najib Rajak (Foto: Demotix) 
MALAKA - Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak meminta Indonesia dan Malaysia untuk mencari tahu siapa "iblis" yang mencoba merusak hubungan antara kedua negara serumpun ini.

"Orang-orang (pengganggu) ini harus diidentifkasi dan dihentikan dari segala kegiatan mereka yang menyebabkan Malaysia masuk ke dalam jurang permasalahan, dan menuduh Malaysia tanpa ada bukti," ucap PM Najib Razak seperti dikutip The Star, Jumat (14/10/2011).

PM Najib meminta agar kedua negara dapat mengidentifikasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab ini agar tidak dapat mengganggu hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia.

Komentar PM Najib ini dikeluarkan setelah munculnya isu pencaplokan wilayah yang dilakukan oleh Malaysia di Camar Bulan dan Tanjung Datu. Tuduhan ini dikeluarkan oleh anggota DPR dari fraksi PDI-P T.B. Hasanuddin.

Tetapi beberapa menteri di kabinet Indonesia menilai kedua wilayah itu tidak dicaplok oleh Malaysia. Mereka menilai ada kesalahan pemahaman atas masalah ini.

Menteri Luar Negeri Malaysia Dato Seri Anifah Aman pun membenarkan penilaian ini. Selain itu, Anifah meminta segala permasalahan konflik diselesaikan lewat dialog.

Menurut Anifah, yang melakukan pertemuan dengan Natalegawa pada Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral ke-11 Selasa lalu, menilai bahwa patok batas wilayah bisa saja dipindahkan dengan sengaja oleh pribadi tak bertanggung jawab ataupun karena faktor alam.

Anifah menambahkan, untuk menentukan kembali batas wilayah tersebut dapat dikerahkan tim survei gabungan dari Indonesia dan Malaysia. Tentunya hal ini juga disertai dengan titik koordinat yang disepakati saat zaman penjajahan.

Senin lalu, pemerintah melalui Djoko Suyanto menegaskan, Camar Wulan dan Tanjung Datu yang belakangan ini diberitakan merupakan wilayah Indonesia yang dicaplok Malaysia, dianggap oleh pemerintah merupakan kekeliruan pemahaman. Daerah yang dekat dengan Kalimantan Barat itu memang merupakan wilayah Malaysia.

Patok-patok perbatasan yang diberitakan digeser dengan sengaja, sehingga menyebabkan kedua daerah itu masuk ke dalam wilayah negara Malaysia, juga merupakan kekeliruan pemahaman.



Source: 
Share this Article on :

0 komentar:

Poskan Komentar

 

© Copyright sekedar info 2010 -2011 | Design by parazitz | Published by bendoxz | Powered by Blogger.com.